anak alergi susu

Gejala Anak Alergi Susu dan Cara Mengatasinya

Posted on

Terpenuhinya kebutuhan nutrisi anak akan berdampak baik pada tumbuh kembangnya. Berbagai nutrisi yang dimaksud diantaranya karbohidrat, protein, vitamin, serta mineral penting lainnya. Semua nutrisi tersebut harus didapatkan oleh anak, namun pada masa awal pertumbuhannya, protein diperlukan dalam jumlah yang lebih banyak. Salah satu sumber protein terbaik adalah susu sapi. Oleh karena itu, susu sapi menjadi asupan nutrisi yang selalu diandalkan untuk memenuhi kebutuhan protein anak. Sayangnya, tak jarang terjadi anak alergi susu sapi. Alergi susu sapi merupakan sebuah kelainan yang terbilang cukup serius. Kelainan terjadi pada sistem imun (kekebalan tubuh), terutama pencernaan, yang belum berkembang secara sempurnya. Menyebabkan sistem imun anak tidak bisa membedakan protein susu dengan virus atau bakteri. Sistem imun sendiri sebenarnya bekerja untuk menangkal atau melawan zat yang dianggap berbahaya atau disebut allergen. Karena antara allergen dan protein susu tidak dapat dibedakan oleh tubuh anak, maka protein susu sapi ditolak ketika anak mengonsumsinya.

Anak alergi susu sapi ini terjadi pada sekitar 2 sampai 7 persen bayi. Sebagian besar dari jumlah tersebut mengalami alergi hanya sampai sekitar usia 3 tahun kemudian setelahnya dapat ditoleransi atau menghilang. Meski ada juga yang alergi sampai dewasa, namun hal tersebut cukup jarang terjadi. Jumlah anak yang mengalami alergi ini memang terbilang sedikit. Namun, kemungkinan tersebut tetap bisa terjadi pada anak Anda. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan deteksi dini. Saat Anda mulai memberikan susu sapi atau susu formula, maka lihat bagaimana tanggapan dari tubuh si kecil. Apakah tubuhnya bisa menerima susu tersebut atau mengalami alergi. Maka, ketahuilah gejala anak alergi terhadap susu sapi.

  1. Anak menangis ketika menelan susu
    Perhatikan saat anak batita Anda tengah meminum susu. Bagaimana reaksinya setelah beberapa menit meminum susu. Biasanya memang reaksi akan muncul dalam waktu menit-an namun juga bisa dalam waktu jam-an. Jika anak batita Anda menangis ketika menelan susu, maka itu merupakan salah satu tanda alergi. Anak Anda mengalami kesulitan menelan susu kemudian membuatnya menangis. Bagaimana bisa Ia kesulitan menelan?
  2. Nafas berbunyi
    Kesulitan menelan berhubungan dengan anak yang mengalami kesulitan bernafas. Saat Anda mendengar si kecil menangis, coba perhatikan nafasnya, apakah berbunyi atau tidak. Jika berbunyi, maka semakin menguatkan kemungkinan bahwa anak Anda mengalami alergi terhadap susu sapi. Hal ini terjadi karena saluran pernafasan memberikan reaksi terhadap allergen. Segera keluarkan susu yang masih tersisa di mulut anak Anda.
  3. Anak mengalami batuk
    Selanjunya, jika susu sudah terlanjur tertelan, maka anak akan mengalami batuk. Reaksi ini masih berhubungan dengan gangguan saluran pernafasan yang telah terjadi. Batuk yang terjadi bisa saja berupa batuk kering maupun batuk berdahak.
  4. Bintik merah pada kulit
    Seperti kebanyakan alergi, alergi susu juga akan menunjukkan tanda-tanda fisik berupa bintik merah pada kulit. Bintik merah ini pun akan terasa gatal. Reaksi tubuh dengan mengeluarkan bintik merah bisa terjadi dengan cepat setalah anak Anda memnimu susu.
  5. Mata berair
    Tanda fisik lainnya ada pada matanya yaitu mata berair. Selain berair, matanya juga bisa menjadi berwarna merah. Gejala ini cukup mengkhawatirkan karena dalam keadaan mata berair dan merah, anak Anda juga bisa merasakan gatal pada mata.
  6. Perut kembung
    Gejala selanjutnya adalah perut anak Anda mengalami kembung karena pencernaannya memberikan respon akibat tidak nyaman. Dengan perut kembung, kemudian bisa berlanjut pada muntah.
  7. Diare
    Gejala dari sistem pencernaan lainnya adalah diare. Gejala diare bisa terjadi sangat cepat setelah anak Anda meminum susu sapi. Diare terjadi karena susu yang sudah terlanjur tertelan tidak bosa diterima oleh sistem pencernaan di perut anak.

Itulah beberapa gejala anak alergi susu sapi. Jika gejala pertama muncul kemudian disusul gejaka-gejala lainnya, maka jangan panik terlebih dahulu. Segera lakukan penanganan sambil menenangkan si kecil. Bersihkan mulut si kecil dari sisa-sisa susu. Segera pergi ke dokter atau puskesmas terdekat untuk memberikannya pertolongan. Dalam hal ini ketenangan Anda menjadi kunci.

Selanjutnya, setelah berobat ke dokter, maka konsultasikanlah keadaan si kecil. Kemudian bagaimana sebaiknya menyiasati alergi si kecil terhadap susu sapi. Jika masih memungkinkan, barangkali Anda bisa memberikan si kecil ASI tanpa bantuan susu formula. Namun, jika memang kondisi tidak memungkinkan, Anda bisa mengkonsultasikan susu formula lain yang bukan merupakan susu sapi. Barangkali anak Anda hanya alergi terhada susu sapi sementara terhadap susu lainnya seperti susu soya tubuhnya bisa menerima. Nah, bunda… walaupun si kecil tidak alergi terhadap susu formula tertentu, tetaplah perhatikan berbagai hal dalam memberikan susu formula untuk si kecil seperti pemilihan susu terbaik, kebersihan, intensitas, dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *